Thursday, 30 May 2013

Ulama' akhir zaman


Diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah tidak akan mengambil kembali ilmu (agama) dengan mengambilnya dari (dalam hati) manusia, tetapi mengambilnya kembali dengan kematian para ulama hingga tidak bersisa, lalu orang ramai akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya yang apabila orang-orang itu bertanya kepada mereka, mereka akan memberikan jawapan-jawapan yang tidak didasarkan kepada ilmu. Maka mereka akan berada dalam kesesatan dan menyesatkan orang lain.


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ عُبَّادٌ جُهَّالٌ ، وَعُلَمَاءُ فُسَّاقٌ " . ابن حبان

Maksudnya, daripada Anas r.a dia berkata, Sabda Rasulullah: “Akan berlaku pada akhir zaman ahli ibadah yang jahil dan ahli ilmu yang fasik.” (Riwayat ibnu Hibban)

Ciri-ciri Ulama Fasik

Secara umumnya ulama ini akan selalu menyanggah pandangan dengan apa yang dibawa oleh ulama amilin, apatah lagi suara mereka disokong oleh golongan ramai. Walaupun secara zahirnya, kita tidak dapat membezakan antara dua golongan ulama ini di sudut pakaian dan percakapan, namun kita dapat menilai mereka melalui tindakan dan kesan daripada tindakannya. Antara ciri-ciri ulama fasik ialah:
  1.  Takut untuk menyampaikan kebenaran
  2.  Menyembunyikan ajaran sebenar
  3. Perjuangan kerana dunia yang ditawarkan
  4. Cakap berbolak balik dalam sesuatu isu atau tidak berani berterus terang
  5. Hasad dengki dengan yang lain
  6. Bercakap agama atas kepentingan orang lain
Rujukan sumber dari islam.gov.my & idhamlim.com

Sunday, 26 May 2013

Jabhat al Nusrah Di Mata Anak-Anak Suriah


Kamis, 30 Jumadil Awwal 1434 H / 11 April 2013
Shoutussalam - Belakangan ini, beberapa mass media Barat merasa mendapatkan celah guna kembali mengadu domba kaum muslimin dengan Jabhat al Nusrah, dengan membuat pemberitaan-pemberitaan negatif dimana kaum muslimin Suriah mulai menjaga jarak dengan Al Nusrah, lantaran pernyataannya untuk memberikan loyalitasnya pada Al Qaeda.
Di tengah-tengah gencarnya propaganda-propaganda Barat yang mesti kita waspadai itu, redaksi Shoutussalam menemukan sebuah artikel menarik, ditulis oleh reporter Majalah TIME yang mendapat kesempatan momen-momen bersama para pejuang Jabhat al Nusrah. Menceritakan bagaimana an Nusrah sangat dekat di hati kaum muslimin Suriah.
Kami katakan artikel ini unik, karena di sebarluaskan oleh beberapa media revolusi Suriah yang boleh dikata masih awam dan sedikit tercampur dengan pemikiran-pemikiran sekuler. Dengan terus terang mereka mengatakan kekagumannya akan akhlak mujahidin, dan menyarankan para followernya di dunia maya untuk membaca dan menghayatinya. Seakan ingin menunjukkan, bahwa dukungan mereka terhadap Al Nusrah tak akan pernah luntur.
Berikut kisah ringkasnya...
______________________________________________________________________
Di salah satu sudut jalanan kota Raqqa, Suriah, berhenti sebuah mobil sedan usang, ber-merk Subaru dengan warna biru yang diselimuti debu. Seorang pejuang Jabhat al Nusra yang berkacamata duduk di belakang kemudi. Ia datang lima menit lebih awal dari janjinya untuk bertemu dengan kami pada pukul 9 pagi. Nampak sebuah senapan serbu Kalashnikov tergantung di bahunya. Ia lantas melangkah keluar dari mobil untuk membuka pintu penumpang depan bagiku.
"Selamat pagi," kata seorang pemuda Suriah setelah kami berdua duduk. Dia tempatkan Kalashnikov di dekat tongkat persneling.
"Apa Anda takut padaku?" tanyanya. Aku tersenyum menanggapi sapaannya itu, lalu kujawab bahwa aku sedikitpun tak merasa demikian.
"Bagus," katanya, sambil melepas penutup kepala warna hitam yang setiap saat ahrus menutupi wajahnya guna menyembunyikan identitas diri. Potongan kain itupun terlepas, memperlihatkan seorang lelaki berjenggot hitam lebat (tanpa kumis) yang ramah dihiasi sebuah senyuman lebar.
"Lihat, aku tidak menakutkan bukan?" ujarnya sambil tersenyum, lantas kembali memasang secarik kain hitam itu di wajahnya. Kini hanya mata cokelatnya saja yang terlihat.
Sekitar 45 menit lamanya kami berkendara hingga keluar dari area perkotaan, untuk mengunjungi salah seorang mantan pejabat senior rezim Assad yang telah ditangkap oleh jihadis Jabhat al Nusrah. Dia adalah seorang hakim yang bertugas memberikan hukuman pada para pemberontak yang tertangkap, maupun agen-agen intelijen oposisi Assad yang berhasil dibekuk.
Beberapa pekan sebelumnya, pejuang al Nusrah di sampingku ini bersama dengan dua orang rekannya sempat memimpin konvoy delapan kendaraan pemberontak, diantaranya truk yang memuat senjata anti-pesawat kaliber 12.7mm, dalam sebuah serangan di pedalaman provinsi Raqqa, dimana lokasi rumah persembunyian sang hakim yang berhasil melarikan diri setelah kemenangan mujahidin merebut wilayah itu berada.
Kesanalah kami menuju. Banyak anggota senior rezim di kota Raqqa, termasuk gubernur dan kepala partai Ba'ath masih dibui dalam tahanan para pejuang, tetapi hakim yang akan kami temui ini dibebaskan tak lama setelah serangan itu, segera setelah perannya dalam membantu kaum Islamis.
Kami berhenti sebentar di depan sebuah toko penduduk, dimana pejuang Jabhat al Nusrah tadi hanya mampir sekedar untuk membeli beberapa kilo permen sirup lengket khas Arab sebagai oleh-oleh untuk empunya rumah yang akan kami kunjungi.
"Ada seorang anak gadis kecil di rumah yang akan kita tuju," jelasnya setelah kami kembali ke dalam mobil.
"Dalam penyerbuan kami kesana, ia memeluk kakiku dan berkata, 'Kumohon paman, jangan bawa Baba (ayahku).’ Aku benar-benar tertegun oleh kata-katanya."
Suara angin berhembus masuk melalui jendela belakang mobil saat kami melaju melewati perdesaan kecil di antara daratan berdebu dan ladang tanaman hijau gandum, sementara lantunan al Qur’an diputar melalui speaker mobil. Sang mujahid al Nusrah berumur 21 tahun tadi, adalah mantan mahasiswa fakultas sastra, dulunya menjadi sukarelawan sebuah badan amal Islam, sebelum kemudian turut mengangkat senjata sekitar delapan bulan yang lalu.
"Orang yang normal menemui kematian setelah melalui kehidupan, sedangkan seorang Mujahid (prajurit suci) menemui kehidupan setelah melalui proses kematian," katanya.
"Entah siapa yang pertama kali mengatakan itu, tapi aku menyukainya. Dan aku mempercayainya."
Akhirnya kami sampai, di sebuah rumah sederhana dengan eksterior beton abu-abu tanpa cat yang ditinggali oleh 5 keluarga. Seorang gadis muda umur sekitar lima hingga enam tahunan membuka pintu. Dia mengenali pejuang tadi, meskipun wajahnya tertutupi topeng hitam.
Kami dipersilahkan menuju ruang tamu, di mana ayahnya, berambut abu-abu dengan pakaian olahraga warna biru, sedang tidur rebahan di atas kasur tipis. Dia berdiri dan menyapa tamu-tamunya, begitu pula istrinya, seorang wanita gemuk berpakaian gaun panjang sampai lantai warna burgundy dan mengenakan jilbab perpaduan warna merah anggur dan ungu.
Mereka mangatakan bahwa seorang hakim rezim Assad dan keluarganya –yang dititipkan di rumah dengan lima kamar itu sebagai tamu- telah lama meninggalkan tempat itu menuju provinsi Hama, beberapa saat setelah dibebaskan dari tahanan Jabhat al Nusrah.
“Ini kabar yang amat disayangkan," kata mujahid al Nusrah menimpalinya. "Aku ingin berbicara dengannya."
Segera, pembicaraan itu memanas, dimulai pada 16:30 petang hari itu. Para orang tua, termasuk diantaranya beberapa dari delapan anak-anak mereka, duduk mengitari sang pemuda al Nusrah. Mereka menanyakan namanya, dan darimana ia berasal. Dia menolak untuk memberitahu. Namun, bagaimanapun itu, ia melepas penutup kepala yang melekat di wajahnya.
Dia adalah satu-satunya dari tiga orang komandan lapangan al Nusrah yang masuk ke dalam rumah malam itu. 40 orang anggota al Nusrah lain yang datang bersamanya menyebar di lapangan sekitar rumah warga, lengkap dengan senjata, dan kini berjalan menuju rumah itu.
"Dari sini kita bisa melihat teman-temanku datang," kata pejuang al Nusrah pada keluarga empunya rumah, "Kami tidak ingin bertengkar."
"Dia bilang, 'jangan takut'," kata sang ibu, menirukan kata-kata pejuang al Nusrah, sambil menyajikan secangkir kopi hangat.
"Aku sudah bilang pada kalian bahwa kami akan kembali kesini untuk membawa sang hakim,..." ujar sang pemuda.
"Ya, lalu aku bilang padamu kalau aku akan bertemu denganmu, dan kini aku sudah melakukannya," katanya.
"Aku tidak peduli, jika mau, bunuh saja aku! Tapi aku harus bertahan dan melindungi anak-anakku."
Sang Hakim, yang kami tahu masih bersembunyi di dalam salah satu kamar, tidak ingin menyerahkan dirinya, dan keluarga tadi bersikeras bahwa dia sudah pergi dari sana.
"Aku memberikan janji keamanan untuk para wanita disini -ada tiga, istri sang hakim, yang berbaju biru itu bukan? Lalu istri polisi yang ada di ruangan itu, dan bibi sendiri," katanya, sambil menunjuk sang ibu. "Aku sudah bilang kami tidak akan menyakiti kalian."
Ibu itu penuh semangat, dan lebih banyak bicara. Suaminya tampak gugup saat ia mencaci personil al Nusrah karena salah satu diantaranya menembak hancur pintu kamar untuk membukanya paksa, setelah putrinya yang masih remaja tidak bisa menemukan kuncinya.
"Dia seharusnya tidak melakukan itu," ujar sang ibu, "Anak-anak kami bisa ketakutan selama tiga hari setelahnya."
Pejuang al Nusrah itupun meminta maaf, dan mengatakan bahwa orang yang menhancurkan pintu itu telah ditegur karena dia tidak mengindahkan perintah komandannya untuk tidak menembakkan senjata api jika sang hakim mau menurut.
Tiba-tiba, masuk seorang anak gadis mungil ke dalam ruangan, bercelana warna hitam dan memakai baju ungu.
"Bukankah kau anak yang memintaku untuk tidak mengambil baba?" tanya pejuang al Nusrah.
Gadis cilik itupun tersenyum. "Iya, dan anda anggota Jabhat al Nusrah bukan?"
Namanya Noor, dan usianya 11 tahun.
"Sirat matanya menunjukkan keramahan," kata gadis cilik itu, memberikan pembelaan pada pejuang al Nusrah. "Aku tidak takut padanya."
"Aku sangat tersentuh dengan apa yang kau lakukan beberapa waktu yang lalu," ujar pejuang Al Nusrah. “Oleh karena keberanianmu untuk melindungi sang ayah."
al Nusra Kids
Seorang gadis cilik Suriah mengenakan ikat kepala yang tak lain adalah bendera Jabhat al Nusrah 
Sang pemuda teringat, bahwa ayah teman kecilnya itu tidak memiliki senjata di rumah. "Anda harusnya memiliki pistol," katanya pada sang ayah.
"Andai di malam penyerbuan itu aku memiliki pistol, apa yang akan terjadi?"
"Anda tidak memilikinya, dan untuk itu kini Anda harus memiliki senjata, Anda memiliki anak perempuan. Ini tidak aman."
Kunjungan itu berlangsung singkat, tidak lebih dari setengah jam. Para pejuang al Nusrah meminta waktu untuk berfoto dengan semua anak-anak di situ, dan sang pemuda tadi meminta foto tersendiri berdua saja dengan Noor.
"Maafkan kami syekh," kata sang ayah pada pejuang al Nusrah, sambil mengantar kepergian mereka ke depan pintu.
"Kami membuka pintu untuk para pengungsi di rumah kami, dan sang hakim bagi kami adalah seorang tamu, kami takut padanya," kata sang ibu.
"Aku bersumpah, dari sekarang, bahkan jika seandainya ia adalah saudaraku sendiri, aku tidak akan membiarkannya tinggal bersama kami."
"Saya ingin kembali lagi untuk melihat anak-anak," pungkas pejuang al Nusrah, sebelum mereka kembali masuk ke dalam mobil.
Itu bukan pertama kalinya anggota Jabhat bilang dia akan kembali untuk mengunjungi rumah yang pernah ia serbu. Dia mengatakan dia tidak datang kembali untuk mengunjungi seorang pria bersama istrinya yang telah membohonginya bahwa sang hakim tidak di rumah. Tapi dia akan datang kembali untuk berjumpa dengan anak-anak.
"Aku memberitahu kepada semua orang bahwa kami semua adalah duta kehormatan. Aku adalah seorang duta Jabhat al Nusrah, dan aku orang yang sangat perhatian pada anak-anak ketimbang dengan orang dewasa. Anak-anak adalah manusia yang masih polos," katanya saat kami menuju kembali ke Kota Raqqa.
"Apakah Anda ingat ketika Anda masih kecil, jika seseorang melakukan sesuatu yang buruk pada Anda, Anda pasti akan mengingat-ngingatnya," tambahnya.
"Apa yang kami lakukan malam itu mungkin mengubah hidup mereka, mereka mungkin tidak akan pernah melupakannya, atau boleh jadi mengubah kepribadian mereka. Jelasnya, mereka akan selalu ingat, aku akan datang kembali untuk mengunjungi mereka."
[arkan/ times]

Mujahidin tewaskan dan cederai lebih dari 300 tentara Suriah di pinggiran Damaskus


Mujahidin tewaskan dan cederai lebih dari 300 tentara Suriah di pinggiran Damaskus


arrisalah13.blogspot.com - DAMASKUS  – Mujahidin Islam dan mujahidin FSA pada pertempuran Selasa (14/5/2013) pagi berhasil menewaskan dan mencederai lebih dari 300 tentara rezim Nushairiyah Suriah di pinggiran Damaskus. Mujahidin Suriah juga berhasil menghancurkan beberapa kendaraan militer, laporan kantor media Komisi Koordinasi Lokal (LCC) Suriah.

Komisi Koordinasi Lokal Suriah melaporkan bahwa brigade-brigade revolusi Suriah pada Selasa pagi menghadang pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah loyalisnya saat mencoba menguasai desa Afra, kawasan Wadi Bardi di pinggiran Damaskus. Dalam pertempuran sengit tersebut brigade-brigade revolusi berhasil menewaskan dan mencederai lebih dari 300 tentara Suriah. Mereka juga berhasil menghancurkan tiga buah tank dan beberapa kendaraan yang dilengkapi senapan mesin DShK rezim Suriah.
Mujahidin Islam dan mujahidin FSA Suriah pada Sabtu (11/5/2013) telah mencanangkan operasi “Pertempuran Al-Furqan” sebagai perang penentuan dan perang pembebasan propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus. Untuk melaksanakan operasi gabungan tersebut, mereka menyatukan kesatuan-kesatuan mujahidin Islam dan mujahidin FSA di bawah satu bendera Laa Ilaaha Illa Allah Muhammad Rasulullah.
Kantor Media Koordinasi Ghautah Timur melaporkan bahwa kesatuan-kesatuan mujahidin yang ikut bergabung dalam operasi “Pertempuran Al-Furqan” adalah mujahidin Quwat Al-Maghawir FSA, Divisi Al-Islam FSA, Divisi Syuhada’ Dauma FSA, Divisi Imam al-Husain, Jabhah Nushrah, Brigade Ahrar asy-Syam, Divisi Usud al-Ghautah, Divisi Abu Musa al-Asy’ari, Divisi Al-Faruq Umar, Divisi Suyuf al-Haq, Brigade Ash-Shiddiq, Brigade Ashimat al-Ghautah FSA dan Brigade Tauhid al-Islam.
Sementara itu Kantor Media Koordinasi Harasta melaporkan bahwa artileri berat pasukan rezim Nushairiyah Suriah membombardir kota Harasta secara massif. Pasukan artileri rezim Nushairiyah Suriah juga membombardir kota Jisrin, distrik Ghautah Timur, Pinggiran Damaskus dengan tembakan mortar sehingga mencederai banyak warga.
sumber : arrahmah

Israel Bantah Bekalan Senjata Russia ke Syria



Israel memberi amaran bekalan senjata teknologi tinggi oleh Russia kepada negara Syria yang sedang berperang boleh jatuh ketangan pejuang yang boleh digunakan menyerang Israel.

Penghantaran senjata anti-kapal perang Yakhont ke Syria telah di kecam oleh Amerika Syarikat pada Jumaat lepas dan Israel juga bimbang terhadap hasrat Russia membekalkan peluru berpandu canggih S-300  bagi pertahanan udara ke Damsyik.

Israel menyatakan tidak menyebelahi mana-mana pihak dalam perang saudara di Syria tetapi baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Syria bagi memusnahkan senjata yang dibekalkan kepada kumpulan Lubnan Hezbollah.

Sistem peluru berpandu S-300 jika ditempatkan di Syria boleh menjangkau sejauh 200 km akan menimbulkan ancaman terhadap pesawat Tentera Udara Israel. Tetapi pihak Israel sangsi pihak Syria berupaya menguasai pengendalian sistem tersebut dalam masa singkat. Yiftah Shapir, ketua projek keseimbangan tentera untuk Kajian Keselamatan Israel di Tel Aviv, menyatakan "Dalam keadaan sekarang adalah meragukan pihak tentera Syria mampu mengerahkan tenaga kerja dan sumber kelengkapan untuk mengendalikan S-300. Shapir juga ragu Syria dapat menyediakan tapak kemudahan peralatan dalam jangka masa singkat untuk pengendalian S-300.

Mengikut lapuran dari Al Quds-Al Arabi yang berpusat di London, Kapal perang Russia telah tiba di perairan Syria beberapa hari lepas telah membawa bersama-samanya penasihat teknikal yang akan membantu kerajaan Syria dalam membuat persiapan menyusun kedudukan peluru berpandu yang termaju S-300 itu. Lapuran itu juga menyebut tindakan Moscow itu sebagai langkah pihak Barat yang telah melampaui had sempadan yang tiada tolak ansur.

Sumber;
http://www.reuters.com/article/2013/05/18/us-israel-syria-idUSBRE94H0BO20130518

Saturday, 25 May 2013

Bala tentera Dajjal sudah lama muncul


Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Rasulullah s.a.w telah bersabda: Tiada seorang Nabi pun yang diutuskan melainkan dia memberi peringatan (yang menakutkan) kepada umatnya tentang penipu yang buta sebelah matanya. Ketahuilah bahawa Dajjal itu buta sebelah matanya dan Tuhan kamu tidak buta sebelah matanya dan ditulis di antara dua matanya (Dajjal) Kaf Fa dan Ra (Kafir). 

Orang-orang Mesir dizaman firaun dahulu sudah mengenalinya dan merupakan salah-satu dari sembahan mereka. Salah satu aksara Mesir Kuno, Hieroglyph, berbentuk mata satu yang merupakan simbol Dewa Ra, Dewa Matahari.
Simbol dewa Ra yang di sembah oleh mesir purba zaman firaun 
Selain ciri-ciri dajjal bermata satu, di dahinya juga ada tulisan Arab “Ka Fa Ra” atau Kafir. Kafir berarti “Tidak mempercayai”. Dajjal dan para pengikutnya memang tidak percaya pada Allah Swt, karena mereka lebih percaya pada Iblis atau Lucifer.

Rasulullah s.a.w secara jelas menyatakan pengikut-pengikut dajjal nanti akan didalangi oleh bangsa Yahudi.

"Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2065).


"Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita" (idem, halaman 2214).



"Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa" (idem, halaman 2974).


Penubuhan brigade KFIR yang merupakan brigade terbesar tentera Israel buat masa ini adalah jelas mengesahkan lagi kemunculan dajjal dimana pengikutnya adalah yahudi. Brigade ini juga dikenali sebagai brigade 900. Unit ini secara rasmi ditubuhkan pada Februari 2005 yang dinaik taraf dari kumpulan batalion Nachshon Shimshon, Haruv, Duchifat, Lavi dan Netzh Yehuda menjadi satu brigade penuh. Brigade ini khusus ditubuhkan untuk menentang pejuang-pejuang palestine. Batalion tersebut adalah brigade ditempatkan di bandar-bandar Palestine dari Hebron di selatan hingga ke Tulkarem di utara. Sesuai dengan namanya, brigade ini amat kejam dan tidak berperi kemanusiaan terutamanya terhadap penduduk Palestine. Kekejaman mereka telah terbongkar dan dilapurkan oleh akhbar Haaretz tentang siksaan yang mereka lakukan terhadap kanak-kanak Palestine termasuklah penderaan seksual dan siksaan dengan meletakkan pemanas elektrik di muka kanak-kanak.
Askar dari Brigade KFIR sedia untuk melakukan pembantaian keatas penduduk Palestine 

Penggeledahan dari rumah kerumah penduduk Palestine sedang dijalankan oleh unit tersebut. 
Sebenarnya Rasulullah s.a.w telah diberi gambaran oleh Allah tentang teknologi yang digunakan oleh Dajjal walaupun pada masa itu tidak ada sesuatupun benda menghampiri gambaran tersebut. MasyaAllah inilah membuktikan kebenaran kenabian Rasulullah s.a.w dan hadis-hadis baginda.


"Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin" (Misykat bab Dajjal).



"Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).


Bahkan mereka menamakan pesawat tempur mereka sebagai KFIR. Pesawat ini mereka majukan dari pesawat mirage perancis dan juga telah digunakan dalam perang Arab-Israel. 
Jet pejuang KFIR boleh terbang pada altitude 30,000m dan halaju maksima 2,285 km/h 
Logo skuadron KFIR 

Walau bagaimanapun Rasulullah s.a.w mengkhabarkan berita gembira kepada pejuang-pejuang Islam bahawa mereka akan diberi pertolongan oleh Allah dalam menghadapi dajjal dan mendapat kemenangan gemilang seperti yang telah juga berlaku ketika mereka menentang Rom dan Parsi.


“Rasulullah sallallahu Alaihi Wassalam bersabda; Kamu akan bertempur dengan jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Parsi , dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Rom, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu.”


Hadis ini juga menjelaskan juga bahawa dajjal merupakan satu kaum yang engkar samalah juga seperti kaum-kaum Rom dan Parsi yang telah berjaya ditumpaskan oleh umat Islam tetapi dengan syarat umat Islam hendaklah berpegang teguh kepada ajaran Islam yang sebenarnya yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w.

Rujukan:
  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Kfir_Brigade 
  2. http://www.haaretz.com/print-edition/opinion/something-bad-is-happening-to-us-1.240080

Yahudi Isfahan telahpun keluar bersama Dajjal!


Berita tentang perbicaraan kes Moshe Katsav, merupakan bekas presiden Israel (2000 - 2007) menarik perhatian saya, tapi bukan kerana kes yang dibicarakan. Tahukah kita bahawa beliau dilahirkan dalam wilayah Isfahan Iran? Jumlah penduduk Yahudi di Iran sebelum terjadinya Revolusi Islam adalah seramai 150,000 pada tahun 1948 dan sebaik sahaja revolusi yang tinggal hanyalah 80,000 orang, iaitu sermai 70,000 orang telah keluar berhijrah ke Israel! Yang tinggal sekarang ini hanyalah sekitar 25,000 orang sahaja Yahudi di Iran, sebahagian besarnya dalam wilayah Isfahan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Persian_Jews

Beberapa hadis Rasulullah ada menceritakan kedatangan Dajjal pada akhir zaman. Selain itu, ada dimaklumkan tentang keluarnya Dajjal adalah ia dikuti oleh Yahudi Isfahan yang menjadi anggota pasukan tentera Dajjal.

Daripada Abi Bakr al-Siddiq r.a, sabda Baginda SAW :

"Dajjal akan muncul ke bumi dari arah timur bernama Khurasan."- Hadis riwayat al-Tirmizi.

Daripada Anas bin Malik r.a, sabda Baginda SAW :

حدثنا منصور بن أبي مزاحم حدثنا يحيى بن حمزة عن الأوزاعي عن إسحق بن عبد الله عن عمه أنس بن مالك
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألفا عليهم الطيالسة
"Dajjal akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari kota Isfahan, mereka memakai Al-Tayalisah ". Hadis riwayat Muslim.

Hadis ini memberi panduan untuk mengetahui bahawa Dajjal telah muncul ialah dengan mengenal pasti pengikutnya secara khusus iaitu Yahudi Isfahan. Kaum Yahudi pada asasnya terdiri dari 12 suku dan Yahudi Isfahan merupakan salah suku tergolong dalam suku Ephraim. 

"Dan kami membahagikan mereka (Bani Israil) menjadi dua belas suku, sebagai golongan-golongan besar,..."(Al-A'raaf 7:160

Berbeza dengan puak-puak yang lain Yahudi Isfahan ini mempunyai ciri-ciri tersendiri yang jelas dapat dibezakan dari puak-puak lain.

Rasulullah s.a.w menjelaskan secara khusus bahawa Yahudi Isfahan ini memakai Al-Tayalisah (Persian Shawl) yang merupakan pakaiannya tersendiri membezakan dari puak-puak yang lain. Pengenalan yang khusus ini membolehkan kita mengetahui peristiwa kemunculan Dajjal seperti yang diberitahu dalam hadis tersebut. 

Gambar-gambar yang dipaparkan ini menunjukkan selendang Al-Tayalisah tersebut dengan ciri-cirinya kain berwarna putih dan mempunyai corak jalur biru tua secara memanjang.

Inilah selendang al-Tayalisah yang dipakai Yahudi Isfahan


Yahudi Isfahan dapat dibezakan dari yang lain ketika berada di Wailing Wall



Tentera Yahudi Isfahan yang memakai Al - Tayalisah berada di medan perang


Tentera Dajjal bersamanya Yahudi Isfahan memakai Al-Tayalisah


Lambang Dajjal Jelas Pada Pesawat Tempurnya

artikel 

Petunjuk Zaman

Perang Akhir Zaman Bermula di Aleppo





Telah bersabda Rasulullah SAW; "Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s." (HR. Muslim dari Sayidina Abu Hurairah R.A)



Sabda Rasullullah s.a.w: "Kamu akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rom dalam keadaan aman lalu kamu akan berperang bersama mereka menentang satu musuh dari belakang mereka. Maka kamu akan selamat dan mendapat rampasan perang, kemudian kamu akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit, maka berdirilah seorang lelaki dari kaum Rom. Lalu dia mengangkat tanda salib dan berkata: "Salib telah menang!", maka datanglah seorang lelaki dari kaum Muslimin dan membunuh lelaki Rom tersebut lalu kaum Rom telah berlaku khianat dan terjadilah peperangan demi peperangan. Dimana mereka akan bersatu menghadapi kamu di bawah 80 bendera dan di bawah setiap bendera terdapat 12 ribu bendera". (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Dalam hadis diatas digambarkan terdapat terdapat satu persepakatan antara kaum Muslimin dan bangsa Roman sekarang ini dikenali eropah dan pakatan ketenteraan mereka dikenali sebagaiNATO. Kaum Muslimin di ajak bersama-sama dengan pakatan mereka untuk menentang musuh yang menjadi ancaman kepada mereka dan juga kaum muslimin. Ternyata pakatan eropah ini sudah mempunyai rancangan tersendiri iaitu mereka hanya ingin memperalatkan kaum muslimin bagi mencapai tujuan mereka. Mereka memberi bantuan persenjataan dan ketenteraan kepada kaum mujahidin kaum muslimin tetapi apabila kemenangan dicapai oleh mujahidin mereka mendakwa sebenarnya yang menang adalah pakatan salib.

Pakatan Salib Yang Dinaungi Knight Templer
Terdapat banyak sekali koleksi hadis-hadis berkenaan siri peperangan seumpama Armagedddon ataupun Peperangan Dunia ke-3 yang disabdakan Rasullullah s.a.w sebahagiannya digelar 'Hadis-hadis Fitan'. Imam Muslim membawa dalam penyusunan Sahih hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (r.) berkaitan dengan penaklukkan Konstantinopel (Istanbul sekarang):

Abu Hurairah melaporkan bahawa Nabi saw bersabda: "Pernahkah anda mendengar tentang sebuah bandar sebahagian yang berada di tanah dan sebahagian yang terletak di tepi laut?" Mereka berkata, "Ya, Wahai Rasulullah".Dia berkata: Hari Kiamat tidak akan berlaku sehingga sampai 70.000 dari keturunan Ishak dalam serangan itu. Ketika mereka datang ke sana, mereka akan turun dan tidak akan berperang dengan senjata dan tidak pula mereka melemparkan tombak apapun. Mereka akan berkata, "Tidak ada yang berhak disembah (sahaja) melainkan Allah, dan Allah Maha Besar", dan satu setengah dari itu akan jatuh ... dan kemudian mereka akan mengatakan itu untuk kedua kalinya, "Tidak ada yang berhak disembah (sahaja) melainkan Allah, dan Allah Maha Besar", dan bantuan akan diberikan kepada mereka, dan mereka akan memasukinya, dan mereka akan mengumpul dan membahagikan harta rampasan ketika pembawa berita akan datang kepada mereka, berkata, "Dajjal telah muncul ", sehingga mereka akan meninggalkan segala sesuatu dan kembali. (ke Syam)

Tentang "Bani Ishaq" (Anak-anak Ishak) disebutkan dalam hadis ini, Ibnu Katsir menulis dalam bukunya "an-Nihayah fil Fitan-wal-Malaahim", melalui "Ashraat kita-Saa'ah"Yusuf bin Abdullah al-Waabil :

Hal ini menunjukkan bahawa ar-Room (di Rom, yang bererti Eropah) akan menjadi Muslim pada akhir waktu, dan mungkin penaklukan Konstantinopel (Istanbul) akan melalui tangan-tangan mereka, sebagai hadis tersebut telah menyatakan, bahawa 70,000 dari Bani Ishaq dalam serangan itu.

Dan Ibnu Khatsir juga menunjukkan dalam perkara yang sama bahawa "ar-Room" (Rom ) adalah dari keturunan al-ees, putra Ishaq (Isaac) bin Ibrahim, Khalil (alaihis salaam). Dan dalam hadis lain dalam Shahih Muslim, yang lebih menjelaskan, dilaporkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi saw bersabda:

Hari Kiamat tidak akan datang sampai Rom akan mendarat di al-A'maaq atau dalam Dabiq. Suatu tentera yang terdiri daripada (tentera) terbaik dari orang-orang di bumi pada waktu itu akan datang dari Madinah (untuk melawan mereka). Ketika mereka akan menetapkan diri dalam barisan, maka Rom akan berkata: "Jangan berdiri di antara kami dan mereka (umat Islam) yang mengambil tahanan dari antara kita, marilah kita bertarung dengan mereka", dan Muslim akan berkata: "Sebenarnya, dengan izin Allah, kita tidak akan mendapatkan selain daripada anda dan dari saudara-saudara kami yang mungkin anda melawan mereka ". Mereka kemudian akan berperang dan sepertiga (bahagian) tentera akan melarikan diri, yang Allah tidak akan mengampuninya. Sepertiga (sebahagian daripada tentera). 

Mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah itu, akan dibunuh dan ketiga yang tidak pernah menerima keadilan akan menang dan mereka akan penakluk Konstantinopel. Dan ketika mereka akan sibuk dalam membahagikan barang rampasan perang (di antara mereka sendiri) selepas menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, Iblis akan menangis: Dajjal telah terjadi di antara keluarga anda. Mereka kemudian akan meninggalkan (untuk kembali ke Syria), tetapi akan menjadi sia-sia. Dan ketika mereka kembali ke Syria, ia ( Dajjal ) akan keluar saat mereka akan masih mempersiapkan diri untuk pertempuran menyusun kedudukan.

Pada saat itu, ketika umat Islam akan mempunyai kelimpahan kekayaan, emas dan perak, kaum Muslim akan sangat diremehkan, lemah dan tak berdaya. Negara-negara musuh akan mengundang satu sama lain untuk menerkam mereka seumpama orang lapar mengundang satu sama lain untuk makanan. Para sahabat r.a. bertanya dengan bimbang mengucapkan, "Wahai Nabi Allah! Apakah kita akan sangat sedikit jumlahnya?" Nabi Muhammad saw menjawab: "Tidak, kamu dalam bilangan yang besar seumpama buih di lautan, terlihat di mana-mana mata boleh mencapai Tapi kamu akan dapat ditawan oleh 'wahn' ..!" Para sahabat r.a. bertanya, "Wahai Nabi Allah! Apa itu 'wahn' Baginda saw menjawab: "Cinta dunia dan takut mati!" Anda akan bergandingan tangan dengan kumpulan Kristian dan perang dengan yang lain. Anda akan mendapatkan kemenangan. Pada masa itu, anda akan hadir dalam dataran pergunungan besar dengan banyak pohon. Sementara itu, orang-orang Kristian akan menaikkan salib dan merujuk kemenangan itu. Pada masa ini, seorang Muslim akan menjadi marah, dan akan menarik salib ke bawah, di mana, orang-orang Kristian akan bersatu untuk melanggar semua perjanjian dengan orang-orang Muslim. Orang Kristian akan menuntut beberapa orang yang mereka inginkan, di mana kaum Muslimin akan menjawab: "Demi Allah Mereka adalah saudara kami. Kami tidak akan akan menyerahkan .. " Ini akan memulakan perang. Muslim sepertiga akan melarikan diri. Pertaubatan mereka tidak akan diterima. Sepertiga akan dibunuh. Mereka akan menjadi 'syahid' yang terbaik di sisi Allah. Sisanya satu pertiga akan mendapatkan kemenangan, sampai, di bawah pimpinan Imam Mahdi, mereka akan berperang melawan kafir.. (HR Ibnu Majah)

Sheikhul Mujahideen Of Syria Conducted Jihad Against The Tyrannical Regime To The End Of His Life



Jamadi-us-Saani 15, 1434 A.H, Friday, April 26, 2013
This old grandfather had given lessons to this Ummah about the attitude of a Muslim towards his religion. He was not an ulama', nor a person known for pieces of writings that fill the shelves of the library.
People of his age normally spend their time at home with their grandchildren. But he spent his life bearing arms leading his children and grandchildren to fight in Allah's cause, defending the honour of Islam and the Muslims.
The youths who still have the iman, would feel shame because their age are spent by sitting around with no effort for jihad.
He is Al-Hajj Abu Tahyyib Muhammad Thayyib Ismail Al-Ghazal from the region of Saifud Daulah, AlBab city, the province of Aleppo, Syria. He had already reached 84 years of age.
 
In such an old age, in February 2012 he formed a brigade called Ahfadul Musthafa (or Ahbabul Musthafa). The Brigade has 45 members consisting of his own children, grandchildren and relatives. Earlier, he moved around the regions to conduct jihad until he finally formed a brigade under the Liwa At-Tauhid
 
This elderly man who was nicknamed Sheikhul Mujahideen of Syria, became an example and a role model in the family. He taught the members under him how to shoot. He was proficient in shooting since childhood.
His role in the fight against the heinous, as well as evil Bashar Assad was as a sniper. He spent six hours per day carrying the sniping rifle, shooting at the Shi'ah forces of Bashar Assad.
Jihad Against The Zionist
Who would have thought that he had plunged in the ferocious battle against the Zionist Israel. The battle took place in 1967 and also in the 70's. Seeing the deplorable conditions in Syria, he was again bearing arms fighting against the cruelty and kufr similar to the Zionist Israel, namely the tyrannical authority of Bashar Assad's Shi'ah Nusairiyyah.
Reported To Be Shaheed
The Sheikhul Mujahideen of Syria Abu Thayyib Al-Ghazal was once reported to have been shaheedin November 2012. However, he appeared in a video with his grandson from the region of Saifud Daulah, Aleppo, denying the rumour of his death and that he was alive, still given rizq.
One of his grandsons, Umar Ibrahim instead became shaheed (in shaa Allah) earlier than himself and was buried at 7.00 AM on 12th November 2012 in Albab.
Indeed You Have Put The Islamic Youth Who Are Just Sitting Around To Shame
Indeed, it has been like a whip for the Islamic youths who are sitting around. For the youths who viewed his gait and his action in the battle field, they would definitely feel embarrassed because they have not been able to do anything for their religion.
With a sincere soul hoping for the pleasure of Allah, Sheikhul Mujahideen told that there were three reasons why he conducted jihad in the blessed land of Sham. First, to seek shaheed fie Sabilillah. Second, to uplift and pump up the spirits of the youths who are sitting around, not conducting jihad. And third, only he and Allah Azza wa Jalla know the reason.
An Advice For The Syrian National Coalition To Establish The Shari'ah
Sheikhul Mujahidin Abu Thayyib along with the commander of the Liwa At-Tauhid Aleppo appeared in a video with a 03:29 minutes duration delivering a message to the Syrian National Coalition.
"We will not acknowledge you and will not unite with you before you actualize the desire of the Syrian people who raise the banner of Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah i.e. establish the Shari'ah of Allah upon the manhaj of Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam. We also demand that you send aids in weapons, tanks, rockets to us.
If you do not meet those demands, then we will not acknowledge you and we will not unite with you," he said with a voice and accent distinctive for his age.
Bearing Arms Until The End Of His Life
In a video published on YouTube from the 25th until 27th of March 2013 , it showed his persistence and constancy in the path of Jihad. Where, at that time, he was with his sons and grandsons, in the region of Saifud Daulah, Albab city, Aleppo, attacking the buildings which were the hideouts of the forces of Bashar Assad, the enemy of religion and humanity.
Allahu Akbar, Allahu Akbar. Apparently he was in the vanguard bearing an AK-47, firing at the forces of the Syrian regime of Bashar Assad. Now and then he went into the building, and then came out with shots in the direction of the enemy.
Moments approaching his martyrdom, still bearing arms fighting against the tyrannical regime of Shi'ah Nusairiyyah. With great gallantry, he advanced, opening fire at the Bashar's troops.
It was unexpected that those moments would be his last. That smile that creased on the bright face was his last smile. Hence the various jihad groups were in bereavement on his departure as the figure of a father for them. May Allah place him in His paradise, as wide as the heaven and earth, together with the Shuhada's and Prophets, Aamiin.
Translated and Submitted by a Mujahid

Friday, 24 May 2013

Relawan Temukan Tumpukan Mayat Bayi dan Anak-anak yang Dibakar di Baniyas


Hidayatullah.com | Sahabatsuriah.com--Rejim Bashar al-Assad akhirnya izinkan sejumlah pekerja kemanusiaan yang tergabung dalam Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk masuk ke kawasan Al-Baydha dan Raas al-Nabii 'di Baniyas, Tartous, di Utara Syria, untuk mengambil mayat warga dua desa itu yang dibantai selama 2 hari berturut-turut, Khamis dan Jumaat, 2-3 Mei lalu.

Satu demi satu lagi gambar dan video yang mengerikan muncul di pelbagai media sosial yang dipakai oleh pihak pembangkang dan para pejuang pembebasan Syria untuk memperlihatkan luar biasanya kekejaman mereka yang melakukan ethnic cleansing atas warga Muslim di Syria ini.
Warga Muslimin Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah adalah majoriti di Syria yang (sebelum revolusi) berpenduduk sekitar 20 juta itu. Warga Syiah adalah minoriti yang selama beratus tahun hidup berdampingan di Syria. Warga Alawiyah, mazhab Syiah yang bahkan sangat kecil jumlahnya, adalah yang sudah 40 tahun ini berkuasa melalui rejim Assad.

Ketika akhir tahun lalu para pejuang kelihatan semakin berkesan dalam bertempur dan mula merebut daerah demi daerah dari tangan pasukan rejim Syria, dunia Barat dan mereka yang menyebut diri pemerhati mula menyuarakan kebimbangan kalau-kalau kaum Muslimin - terutama yang disebut jihadis - akan menang dan berkuasa di Syria. Mereka menganggap, bila mujahidin menang maka yang akan terjadi adalah Afghanistan ke 2 dan kaum minoriti akan ditindas karenanya.

Namun pembunuhan demi pembunuhan, seperti yang berlaku di Baniyas (sebuah kawasan Muslim yang tersepit di antara pemukiman Syi'ah) menunjukkan yang sebaliknya.

Komen Revolution Syria, "Sectarian cleansing is being conducted by a hateful murderous minority within a minority and the world is worried about minorities in Syria." (Pembersihan sektarian sedang dilancarkan sekumpulan minoriti pembunuh (yang merupakan) sebahagian daripada sebuah minoriti dan dunia meributkan (nasib ) minoriti di Syria).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasukan Assad dibantu oleh gerombolan Syiah dari kawasan sekitar Baniyas menyerbu masuk pada 2 Mei, lalu 3 Mei, dan mula menembak dan menyembelih penduduk desa, wanita, anak-anak, bahkan bayi. Peristiwa ini dikomentari seorang kanak-kanak di bahagian lain Syria dengan menulis sebuah poster, "Permintaan kepada Bashar al-Assad, kalau kau hendak menyembelihku, pastikan pisaumu tajam."

Sahabat Syria ingatkan, video berjudul | Two-Day Killing Spree by Assad Regime | berikut sangat mengerikan: kompilasi dari 3 lokasi pembunuhan yang memperlihatkan tumpukan jenazah, mayat-mayat yang dibakar, serta korban wanita dan anak-anak. Sebagaimana disebutkan oleh para pemuat gambar dan video seperti ini tidak dimaksudkan untuk apa pun selain menjadi dokumentasi bukti-bukti kejahatan Bashar al-Assad terhadap kemanusiaan.

Bukan Hanya di Baniyas

Bukan hanya di Baniyas, pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak dilancarkan pasukan rejim Bashar al-Assad. Seorang wanita yang mengandung janin kembar tiga dibunuh - bersama ke tiga janinnya.

Siang semalam, Senin 6 Mei, diberitakan bahawa pasukan rejim bekerjasama dengan militia Syiah Lubnan mulai melancarkan pembunuhan baru di Al-Qusayr, kawasan yang berhampiran dengan sempadan Syria - Lubnan. Belum ada detil baru sampai berita ini diturunkan. *

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Lima Hal yang Perlu Diketahui tentang Tentara Elektronik Suriah


Minggu lalu, penggodam yang menamakan diri mereka Tentera Elektronik Syria (SEA: Syrian Electronic Army) mendakwa telah merampas akaun Twitter pejabat berita Associated Press (AP) dengan membuat kicauan palsu tentang serangan di Rumah Putih. Demikian disiarkan oleh Wall Street Journal.

Insiden ini merupakan sebuah kejayaan bagi kumpulan yang selama dua tahun terakhir ini aktif membajaki laman-laman Arab dan Amerika. Tapi sebenarnya siapakah SEA? Berikut ini lima perkara yang perlu anda ketahui:

Pertama: Siapa yang Mereka Serang?

SEA fokus pada usaha mengganggu kehadiran digital media Barat. Minggu lalu, mereka membuat kicauan palsu dari akaun Twitter AP tentang letupan di Rumah Putih hingga melukai Presiden Amerika, Barack Obama. Berita ini membuat indeks saham Amerika, Dow Jones merosot tajam hanya dalam masa dua minit.

SEA juga pernah merampas akaun Twitter stesen televisyen dan radio, CBS, BBC serta NPR. Pada hari Isnin mereka juga dikhabarkan mendapatkan akses kepada pelbagai akaun akhbar Inggeris, Guardian. Sebelumnya mereka meretas beberapa organisasi yang besar, termasuk pejabat berita Reuters, Human Rights Watch, Sky News Arabia, FIFA World Cup dan akaun milik Presiden FIFA Sepp Blatter.

Kedua: Siapakah mereka?

SEA adalah penyokong rejim Presiden Syria, Bashar al-Assad. Mereka mula muncul pada tahun 2011 di bulan-bulan pertama terjadinya revolusi anti-Assad. Terjemahan bahasa Inggeris pada maklumat profil di laman mereka menyebutkan: "Kami adalah sekumpulan pemuda antusias Syria yang tidak boleh tinggal diam dengan pemberontakan yang terjadi di Syria."

Guardian memberitakan, ketika bercakap di Universiti Damsyik tahun 2011, Assad menyamakan para penggodam ini seperti pasukan garis depannya. "Anak-anak muda mempunyai peranan penting dalam tahap ini kerana mereka telah membuktikan sendiri untuk menjadi pejuang yang aktif. Ada tentera elektronik yang telah menjadi tentera sebenar dalam dunia maya. "

Ketiga: Kenapa mereka menyerang media massa?

Laman rasmi SEA menyebutkan, target mereka adalah kelompok media Arab dan Barat yang melaporkan, "Berita palsu tentang apa yang terjadi di Syria." Seorang ahli terkemuka SEA mengatakan kepada salah seorang reporter bahawa mereka telah menghantar tweet palsu tentang Obama dari akaun AP: "Kami melawan pemerintahan Amerika Syarikat sebagai dalang permasalahan di Syria. Mereka juga telah menyerang SEA dengan menangguhkan domain kami, akaun Twitter dan 2,47% laman Facebook kami. Amerika adalah paksi kejahatan di dunia. "

Dengan merampas akaun AP, SEA berharap akan ada kekacauan pada pasaran saham. "Kami mengharapkan kekacauan kerana AP adalah pejabat berita dipercayai di Amerika. Rakyat Amerika mempercayai pejabat berita ini jadi kami tahu akan ada kekacauan besar. "

Keempat: Bagaimaan cara mereka merampas akaun?

SEA sepertinya merampas melalui pendekatan surat elektronik di mana targetnya ditipu untuk mendedahkan maklumat sensitif. Reporter AP, Mike Baker dalam akaun Twitter-nya mengatakan akaun AP dibajak kurang dari sejam selepas beberapa pekerja menerima e-mail aneh. Para hacker kemudian memasang perisian berbahaya. Menurut AP, penggodam telah memasang beberapa perisian berbahaya di sejumlah komputernya.

Kelima: Respon Twitter

Peningkatan keselamatan telah menjadi salah satu keutamaan Twitter selama beberapa minggu ini. Twitter menyatakan akan segera melancarkan dua tahap proses pengesahan. Tahapan ini akan memerlukan para penggunanya masuk ke akaun mereka dari lokasi baru dengan memasukkan sebuah kod yang dihantar via SMS.

Baik Twitter dan Facebook telah menutup akaun SEA. Dan setiap kali keduanya menutup, SEA langsung membuat akaun yang baru. Kumpulan penggodam ini kini berkicau dari akunnya yang ke-12. Pihak Twitter telah menghantar sebuah email keselamatan akaun ke banyak wartawan.

Dalam e-mel itu, mereka menyarankan para wartawan untuk menukar kata laluan Twitter mereka secepat mungkin dengan password yang lebih kuat yang panjangnya 20 karakter. Twitter juga meminta pejabat-pejabat berita untuk meninjau ulang keselamatan mereka. "Buat satu komputer khusus untuk Twitter dan perkecil jumlah orang yang dapat mengaksesnya."
Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...