Monday, 9 March 2015

Pemimpin ISIS mensyukuri kehancuran Muhammad Mursi di Mesir,

Mungkin ada yang berkata: "Para pembunuh bukan Khalifah itu sendiri, tapi anak buahnya. Jadi yang layak dihukum adalah anak buahnya. "
Jawabnya adalah: Apakah anak buahnya boleh melakukan pembunuhan, serangan, pengebomam, tanpa arahan dari komander-komandernya? Lalu apakah komander-komander itu bekerja sendiri, tanpa perintah dari pemimpin tertinggi mereka?

Sikap mereka dalam mengkafirkan kaum Muslimin dan menghalalkan darah para pejuang itulah pokok masalahnya. Hal itu jelas-jelas disampaikan melalui kenyataan jurucakap mereka (ISIS). Salah satunya, dalam kenyataan yang bertajuk: "Udzron ya Amir Al Qo'idah." Malah sebelum itu, sang pemimpin jelas-jelas mengecam dan mensyukuri kehancuran Muhammad Mursi di Mesir, kerana mereka terlibat dalam politik demokrasi. Ini adalah perkara-perkara yang disaksikan kaum Muslimin secara luas; disaksikan oleh kawan dan lawan, Muslim dan kafirin.



Seseorang yang didaulat sebagai Khalifah itu tidak boleh cuci tangan. Dia harus bertanggung-jawab atas tumpahnya darah kaum Muslimin, pembunuhan atas para pejuang Islam, dan terjadi konflik antar kaum Muslimin baik di Syria dan di Iraq.

Banyak orang mengira, dengan telah menegakkan Daulah / Khilafah Islamiyah, mereka boleh bebas melakukan apa saja kepada umat manusia, tidak menuntut kesetiaan penuh, bebas mengambil hak-haknya. Ini adalah prasangka yang sangat buruk. Jika demikian, bererti Daulah / Khilafah adalan instrumen untuk menindas manusia.

Padahal sebaliknya, dengan menegakkan Daulah / Khilafah Islamiyah bermakna mereka telah mengambil alih seluruh tanggung-jawab kehidupan kaum Muslimin. Di hadapan Khilafah Islamiyah yang syar'i, Ummat Islam boleh meminta apa saja kepada Khalifah, sekali pun hanya meminta sebuah jarum. Jika dia tak memberikan, harus diberikan penjelasan tentang udzur-nya. Jika ada satu masalah, sekalipun hanya seseorang tertusuk duri, dia boleh mengadukan masalahnya ke Khalifah. Kerana memang fungsi Daulah / Khilafah adalah pelayan dan perlindungan kehidupan bagi kaum Muslimin.

Dan satu lagi yang penting, mereka harus mula mengenakan Syariat Islam itu pada diri mereka dan keluarganya terlebih dulu.

Kalaulah ISIS itu benar, maka ia harus di qisas atas darah Muslimin dan pejuang Islam

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi.
Antum masih ingat kan dengan munculnya deklarasi Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah di Iraq. ??.
Seseorang akan dinobatkan menjadi Khalifah bagi kaum Muslimin. Pengumuman dilakukan melalui siaran video di Youtube. Masalah terbesarnya, sebelum orang ini dinobatkan sebagai Khalifah, tangannya telah berlumuran darah kaum Muslimin di Syria, dan telah menyebabkan pembunuhan-pembunuhan kejam terhadap para pemimpin dan pejuang Islam di Syria.



Jika benar telah tegak berdiri Daulah Islamiyah, maka pasti tujuannya adalah untuk menegakkan Syariat Islam itu sendiri; bukan kerana cita-cita  POLITIK, iaitu ingin punya label negara Islam tanpa komitmen menegakkan Syariat Islam. Jika mereka berniat menegakkan Syariat, maka terlebih dulu perlu ditunjukkan kepada diri mereka sendiri.

Bukankah Nabi pernah didatangi Usamah bin Zaid untuk meminta keringanan bagi seorang wanita mulia yang telah mencuri, lalu Nabi tidak memberi keringanan apapun. Bahkan beliau berkata: "Lau saraqot fathimah Ibti Muhammad, la qotho'tu yadaha" (seandainya Fathimah putri Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya).

Rasulullah memberi contoh penguatkuasaan Syariat Islam bermula dari diri dan keluarga beliau terlebih dulu.
Maka Khalifah yang baru dilantik itu harus di-qisas atas darah kaum Muslimin yang telah dia tumpahkan, jika benar mereka tulus ingin menegakkan Syariat

Mujahidin yang mereka bunuh adalah Muslim..Muslim...Muslim...!!!

Sementara pihak ISIS dan kami setuju bahwa, siapapun yang membunuh seorang Muslim dengan menyebutnya Kafir tanpa bukti adalah seorang Haruri. Kita sama-sama sepakat bahwa Mujahidin [yang dibunuh oleh ISIS] itu adalah Muslim sebelum ada bukti [yang menunjukkan kekafirannya].


Syaikh DR.Abdul Halim Hafizhahullah menantang ISIS agar memberikan bukti berdasarkan Syatiah yang mereka gunakan untuk membunuhi para Mujahidin. Berikan bukti kekufuran Mujahidin yang mereka bunuh, terutama cap kafir yang diberikan oleh personel mereka yang rendah dalam ilmu Syari’ah, berikan bukti keseluruhannya.
Jika mereka tidak dapat memberikan buktinya, maka sebutan kami bahwa mereka merupakan Haruriyah (khawarij) adalah benar, terutama bahwa para Mujahidin yang mereka bunuh adalah Muslim sebelum adanya bukti yang nyata mengenai kekufuran mereka.
Naam.

Bukti nyata bahwa orang-orang Awadiyah (ISIS) itu adalah memang Khawarij

Para Ulama ialah mereka yang menjadi panutan Ummat sebagai ahli Ilmu. Maka jika orang-orang biasa, atau sekelompok orang yang baru mempelajari sedikit ilmu agama, mengkafirkan seseorang dengan seenaknya, dan bahkan sampai mengeksekusinya hingga mati, maka itu bukanlah suatu hal yang sesuai dengan Syariah, hanya sekte Haruriyah (khawarij) yang melakukan hal itu.
 Hal ini yang disebut oleh Nabi kita Shalallahu alaihi wa sallam sebagai “anjing-anjing neraka”, terutama ketika mereka menggunakan sebutan Shahawat [kepada kelompok Muslim lainnya] tanpa bukti yang pasti.



Bukti nyata bahwa orang-orang Awadiyah (ISIS) itu adalah memang Khawarij (Haruriyah) ialah membunuh ratusan Mujahidin dengan menyebut mereka "Shahawat", "Kufar", "Murtadin", tanpa bukti nyata.
 Kita bisa menyandangi julukan, yang Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam hubungkan dengan Haruriyah yaknu anjing-anjing neraka pada kelompok itu dalam batasan Syariat, disebabkan oleh aksi mereka membunuhi Mujahidin tanpa bukti yang pasti. Hal ini identik dengan apa yang telah ditetapkan oleh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dalam Hadits Sahih yang mendeskripsikan Haruriyah.

Menjawab Pertanyaan "Apa bukti ISIS khawarij?"


Sebelumnya saya sampaikan, pada status saya kali ini, saya tidak membuka lapak untuk berdebat. Siapa saja yang memperdebatkan sesuatu yang sudah jelas atau memperdebatkan sesuatu yang telah disepakati para ulama kesesatannya, maka komentarnya akan terhapus secara otomatis dari wall saya.



Kalau anda punya hak untuk meyakini bahwa ISIS itu bagus dan merupakan daulah islamiyah 'ala manhajin nubuwwah, maka saya juga punya hak untuk meyakini bahwa ISIS adalah khawarij modern yang sesat dan menyesatkan, dan merupakan daulah hizbiyyah 'ala manhaji syaithoniyyah. Na'am.
Prinsip dasar menyebutkan begini:
- Kala Muslim memerangi Muslim lainnya tanpa mengkafirkan mereka, maka dia disebut “agresor”.
- Kala Muslim mengkafirkan Muslim lainnya, tanpa memerangi mereka, maka dia disebut “fanatik”.
-Namun, kala Muslim mengkafirkan sesama Muslim dan memerangi mereka, maka dia disebut “Haruriyah”. Intinya ialah mengkafirkan, kemudian memerangi, dan membunuh kaum Muslimin lainnya, berdasarkan standar Kufur mereka sendiri.
Thoyyib, Ketika kami menyebutkan Takfir, maksudnya ialah mengkafirkan Muslim lainnya tanpa memiliki bukti pasti dari Syariat Pengkafiran, melainkan hanya berdasarkan keraguan dan tentang isu-isu yang memang diperdebatkan oleh para Ulama Ahlussunnah saat ini atau sepanjang masa. Sementara orang-orang bodoh, dungu, dan tidak berilmu ini seenaknya mengkafirkan sesama Muslim tanpa menyodorkan bukti apapun. Dalam bahasa fiqih di sebut "qawaa'id dan dhowaabith syar'i".

 oleh:  Abu Husein At-Thuwailibi.

Mereka menggunakan bendera dengan khalimah tauhid nama Islam hanya untuk membohongi manusia.

1400 tahun selepas tertumpasnya Khawarij di Nahwaran, kaum yang paling merasa diri mereka suci sehingga merasa mempunyai hak untuk membunuh sesiapa ini telah muncul tepat di jantung Timur Tengah.



 Mereka muncul dalam bentuknya yang paling bengis. iaitu ISIS stau IS.
Daulah Islam Iraq dan Syria (yang sekarang berubah nama menjadi IS) menyimpang dari tanzhim al-Qaeda, sebuah gerakan jihad sunni yang menggegarkan dunia dan sempat goncang Amerika. segingga para petinggi al-qaedah pun angkat bicara bahawa mereka berlepas diri dari ISIS dan menyatakan bahawa ISIS adalah khawarij moden yang menyimpang. dan kini tanzhim ISIS seolah beroperasi meluluh lantakkan Syria dan Iraq dan menyerang pelbagai puak mujahidin yang tidak selari dengan mereka.

Mereka menggunakan nama Islam hanya untuk membohongi manusia.
ISIS hampir melakukan semua kejahatan dan kebengisan yang hanya ada di abad-abad pertengahan. Mereka bukan hanya membunuh tawanan yang sudah menyerah bahkan melaksanakan-nya di depan wanita dan anak-anak. Mereka juga menyembelih, menyeksa, menyalib para mujahid yang mereka tawan dan para ulama.

Perbuatan bengis ini melanggar prinsip-prinsip Islam yang paling asas. Mereka berniat mendirikan Negara Islam justru dengan melanggar syariat Islam. Membunuh orang tua, wanita dan anak-anak dilarang keras dalam Islam. Bahkan dalam keadaan perang sekalipun.

Khawarij adalah manusia paling buruk dimuka bumi

Manusia paling buruk dimuka bumi, menurut Nabi Muhammad saw, selain kaum pagan, atau kaum musyrik, atau kaum penyembah berhala atau ateis, Juga manusia yang paling buruk menurut Nabi saw, adalah mereka yang justru menjadi ahli ibadah, ahli sujud, ahli al-Quran dan ahli puasa tetapi merasa diri mereka paling baik dan merasa paling menjalankan syariah Islam.



 Mereka menganggap solat kita tidak setanding dengan solat mereka, puasa kita dipandang tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka tetapi saat bersamaan mereka MENGKAFIRKAN sesiapa yang tidak sependapat dengan mereka. Selain itu, mereka berani menumpahkan darah sesiapa yang ber-pembangkang dengan mereka.

Maka jika Antum melihat orang besorban dan berjidat hitam kerana banyak sujud, maka Antum jangan kagum terlebih dahulu. Perhatikan, bagaimana aqidahnya, bagaimana manhajnya, apakah dia mudah mengkafirkan orang lain atau merasa kelompoknya yang paling baik? Jika jawapannya iya, boleh jadi orang tersebut sudah dijangkiti virus Khawarij. Mereka adalah manusia yang paling buruk kata Rasulullah. Contoh khawarij dizaman ini yang suka mengkafirkan ummat islam yang tidak sependapat dengan mereka adalah SYI'AH DAN ISIS
.
Kaum yang merasa paling suci dan paling baik inilah yang diperangi khalifah Ali di Nahrawan. Mereka memang ditumpas habis oleh khalifah Ali, tapi embrio Khawarij tetap abadi sampai sekarang, dan kini telah nyata menjelma dengan topeng "daulah Islamiyah".

Rasulullah 'alaihi shalawatu wa salam sudah meramalkan kedatangan Khawarij

Jauh sebelum Perang Nahwaran terjadi, Rasulullah 'alaihi shalawatu wa salam sudah meramalkan kedatangan mereka. Dahulu, di zaman Nabi di Madinah, ada seorang yang jika solat, dia sudah datang sebelum sahabat nabi datang. Dan masih solat, apabila sahabat Nabi pulang. Kagum atas ibadah orang ini, sahabat Nabi menceritakan kepada Nabi.



 Ketika Nabi melihatnya, Nabi berkata,

"Aku seperti melihat bekas tamparan syaitan wajahnya."

Lalu Nabi mendatangi orang tersebut dan bertanya,

 "Apakah waktu kamu solat, kamu merasa tidak ada yang lebih baik dari dirimu?"

"Benar," jawab orang tersebut, sambil masuk ke masjid.

Nabi Muhammad saw lalu berkata kepada sahabatnya,
 "Kelak akan muncul kaum dari keturunan orang tersebut, yang mana bacaan al-Quran kamu tidak ada nilainya berbanding bacaan mereka, dan solat kamu tidak ada nilainya berbanding solat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka . Mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahawa al-Quran itu milik mereka sahaja, padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka. Umatku akan menderita di tangan mereka. Merekalah seburuk-buruknya manusia. Jika aku hidup saat itu, aku akan bangkit melawan mereka. "
(Hadits Shahih Bukhari dan Muslim)

Begitulah perilaku sadis yang dilakukan kaum Khawarij

Afwan, sebelum masuk pada inti, antum harus tahu ringkasan sejarahnya ...
Sebentar saja, tolong perhatikan;

Antum ingat tidak dengan sahabat Nabi bernama Abdullah Bin Khabbab ... ??
Tubuh Abdullah bin Khabab itu diseret kemudian disiksa hingga tewas. Belum puas, Hubla isteri Abdullah mengalami nasib lebih tragis. Perutnya dibelah hidup-hidup dan isinya dikeluarkan. Keluarganya dari anak anak hingga orang tua juga dibantai tidak tersisa.

Begitulah perilaku sadis yang dilakukan kaum Khawarij, kaum pembangkang dizaman pemerintahan Khalifah Ali Radhiyallahu'anhu, yakni sepupu dan sahabat Baginda Nabi. Peristiwa memilukan itu lalu menjadi alasan sahih bagi Sayyidina Ali untuk memulakan operasi tentera menumpaskan kaum Khawarij.



Sesaat sebelum perang melawan pembangkang khawarij di Nahrawan meletus, khalifah Ali mengutus sahabat besar Nabi Muhammad, Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhuma untuk berdialog dan menyiasat keadaan mereka.

Mari kita dengar sebentar penjelasan Abdullah bin Abbas tentang ciri-ciri Khawarij:

"Mereka adalah kaum yang menakjubkan dalam hal ibadah.
 Tampak bekas-bekas sujud di dahi mereka.
 Siang hari mereka berpuasa dan malam hari diisi dengan tahajjud dan membaca al-Quran.
 Mereka adalah qori 'dan kaum penghafal al-Quran.
 Tubuh mereka kurus dan pucat kerana banyak berpuasa.
 Pakaian mereka kelihatan kasar dan menjauhi dunia.
 Mungkinkah mereka tersesat? "

Ketika mendengar penjelasan ibnu Abbas, sambil memandang kejauhan, Sayyidina Ali menjawab:

"Wahai Ibnu Abbas, seandainya tidak ada aku (selepas Rasulullah), maka tidak ada seorang pun yang sanggup dan yakin melawan mereka. Tapi cukuplah sebagai bukti kebenaranku, bahawa esok selepas peperangan, tidak lebih 10 orang dari mereka yang masih hidup, dan tidak lebih dari 10 orang pasukanku yang binasa. "

Ucapan Sayyidina Ali terbukti. Selepas perang, hanya 7 orang pasukan Ali yang syahid dan hanya 9 orang pasukan Khawarij yang hidup.

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi

Tuesday, 3 February 2015

Khazanah Rasulullah S.A.W




Warisan Pedang Dan Khazanah Rasulullah S.A.W dan Pasa Sahabat

Pedang Rasulullah SAW

1. Pedang Al-Ma'thur
2. Pedang Al-Qadib
3. Pedang Al-Adbu
4. Pedang Al-Zul Faqar
5. Pedang Al-Battar
6. Pedang Al-Qal'ei
7. Pedang Al-Hatfu
8. Pedang Al-Rusub
9. Pedang Al-Mikhdam

Pedang-Pedang Para Sahabat Rasulullah SAW

- Pedang Saiyidina Abu Bakar As-Siddiq RA
- Pedang Saiyidina Umar Ibn Al-Khattab RA
- Pedang Saiyidina Uthman Ibn Affan RA
- Pedang Saifullah Saiyidina Khalid Ibn Al-Walid RA
- Pedang Saiyidina Syurahbil Ibn Husnah RA
- Pedang Saiyidina Ammar Bin Yasir RA
- Pedang Saiyidina Zubair Ibn Al-Awwam RA



Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: 
Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …
Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …


Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …


The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek. Yaa Allah … betapa sederhananya baju sang pemimpin dunia yang suci nan agung ..!!)


Berbagai pedang yang pernah dimiliki Nabi dengan nama-namanya yang digunakan untuk menegakkan ajaran tauhid, ketika orang-orang kafir memerangi Nabi dan dakwahnya sehingga harus mengangkat pedang.



Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelas

Busur Panah Nabi SAW

  Bendera Rasululullah SAW

  Salah satu sorban/tutup kepala  Rasulullah SAW

Topi Besi Rasulullah SAW


Baju dan barang-barang Rasulullah SAW

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW 
(Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek)

Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW


The Blessed Seal of Rasulullah SAW (Cap surat Nabi SAW)


Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW


Kunci Ka’bah Masa Nabi Muhammad SAW




Jejak Kaki Rasulullah SAW


Beberapa helai rambut Rasulullah SAW



Peninggalan gigi dan rambut Nabi. Itu giginya jelas ya?


  Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW
 



  
Sandal-sandal (terumpah) peninggalan Rasulullah SAW tercinta …


Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah



Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan



 
Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke- 7


  Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius


  Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir


Makam Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW


  
Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.



  PINTU EMAS MAKAM NABI MUHAMMAD SAW



 
The blessed dust from the tomb of the Prophet Muhammad PUBH
(Butiran pasir yang diambil dari makam Nabi Muhammad SAW)



Zulfiqar, pedang legendaris Ali ibn Abu Thalib. Dikisahkan, pada Perang Uhud (625 M) Rasul Muhammad SAW menghadiahi Zulfiqar kepada Ali, menantunya, dan dengan pedang itu Ali menaklukkan musuh terberatnya, Amr ibn Abdawud, menghancurkan sekaligus helm dan perisainya. Zulfiqar kemudian digunakan Husayn ibn Ali, cucu Rasul, yang gugur dalam Perang Karbala. Masyarakat Syiah yakin Pedang Zulfiqar telah dimiliki oleh Imam Mahdi yang akan muncul di Akhir Zaman. Wallahuaklam.



Rasulullah SAW adalah pejuang Islam yang tangguh dan berani. Telah banyak pertempuran yang beliau hadapi. Salah satu bukti keperkasaan beliau adalah 9 buah pedang yang pernah beliau miliki. Berikut ini adalah pedang-pedang tersebut:

 1.Al-Math’ur

a. Periode: sebelum menerima wahyu yang pertama di Mekah
b. Kepemilikan pedang: diberi oleh ayahanda Rasulullah SAW dan pada akhirnya diberikan beliau kepada Ali bin Abi Thalib
c. Posisi saat ini: museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)


2.Al-Adb

a. Periode: Digunakan beliau ketika perang Uhud
b. Kepemilikan pedang: Dikirim ke para sahabat sesaat sebelum perang Badar dan digunakan para sahabat untuk menunjukkan kesetiaan pada Rasulullah SAW
c. Posisi saat ini: Masjid Husain, Kairo, Mesir
d. Deskripsi pedang: Al-Adb berarti ‘memotong’ atau ‘tajam’
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)


 3.Dhu Al-Faqar

a. Periode: Perang Badar
b. Kepemilikan pedang: Hasil rampasan perang Badar, dan diberikan beliau pada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian menggunakannya pada perang Uhud
c. Posisi saat ini: (penulis belum mendapat informasi)
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade dengan dua mata
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)



4.Al-Battar

a. Periode: Perang dengan Banu Qaynaqa
b. Kepemilikan pedang: Hasil rampasan perang dengan Banu Qaynaqa. Dikabarkan pertama kali digunakan oleh Goliath yang dikalahkan oleh Nabi Daud a.s
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika beliau turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)



5.Al-Hatf

a. Periode: Perang dengan Banu Qaynaqa
b. Kepemilikan pedang: Hasil rampasan perang dengan Banu Qaynaqa. Dikabarkan dibuat sendiri oleh Nabi Daud a.s yang dibuat serupa dengan Al-Battar, namun lebih besar ukurannya. Nabi Daud a.s menggunakan sendiri pedang ini dan disimpan oleh suku Levita hingga akhirnya sampai ke tangan Rasulullah SAW
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)



6.Al-Mikhdham

a. Periode: Tidak spesifik
b. Kepemilikan pedang: Versi 1: Diberikan Rasulullah SAW pada Ali bin Abi Thalib. Versi 2: didapatkan Ali bin Abi Thalib sebagai rampasan perang ketika memimpin perang di Syria
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, 
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)



7.Al-Rasub

a. Periode: Tidak spesifik
b. Kepemilikan pedang: Dimiliki Rasulullah SAW dan keluarganya, disimpan dan dijaga di rumah beliau.
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)




8.Al-Qadib

a. Periode: Tidak spesifik
b. Kepemilikan pedang: Dimiliki Rasulullah SAW dan disimpan di rumah. Hanya digunakan oleh khalifah Fatimid
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: Berbentuk blade tipis seperti tongkat. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Pedang ini tidak digunakan dalam peperangan, hanya untuk pertahanan ketika bepergian. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, 
Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)



9.Qal’a

a. Periode: Perang dengan Banu Qaynaqa
b. Kepemilikan pedang: Versi 1: Dari rampasan perang dengan Banu Qaynaqa. Versi 2: ditemukan kakek Rasulullah SAW ketika menemukan air zamzam di Mekah
c. Posisi saat ini: Museum Topkapi, Istanbul
d. Deskripsi pedang: dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.
e. Sumber foto: Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)
Wallahu’alam bisshawab.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...